Kamis, 24 April 2014
     
Home Politika Hari Ini, Empat Calon Ikuti Pengundian Nomor Urut

Hari Ini, Empat Calon Ikuti Pengundian Nomor Urut

510
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

BANDARLAMPUNG – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lampung Utara hari ini memasuki pengundian nomor urut calon. Namun, dari lima pasang bakal calon kepala daerah (balonkada) yang mendaftar, hanya empat pasang yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampura menjadi calonkada dan berhak mengikuti pengundian nomor urut calon.

Ketua KPU Lampura Marthon, S.E. mengatakan, tahapan pengundian nomor urut digelar hari ini (5/8) di aula Pemkab Lampura. ’’Pengundian digelar di aula pemkab lantaran luasnya lokasi dibandingkan aula KPU. Sebab diperkirakan, banyak pendukung pasangan calon yang akan mengikuti pengundian nomor urut,” kata dia kemarin.

Dilanjutkannya, keempat pasang calon yang berhak mengikuti pengundian nomor urut adalah yang sudah ditetapkan dalam rapat pleno penetapan calonkada Lampura.

Yakni berdasarkan keputusan bernomor 53/BA/KPU-LU-008.435560/VIII/2013 tanggal 1 Agustus 2013. Isinya tentang rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Lampura yang akan digelar 19 September 2013.

Rapat pleno menetapkan empat pasangan calon kepala daerah sebagai peserta pilkada. Sementara pasangan Riza Pachlevi-Ruslan Effendi (RR) yang diusung Partai Golkar dan koalisi partai nonparlemen dicoret.

Keempat calon yang lolos yakni Hi. Agung Ilmu Mangku Negara, S.S.T.P., M.H.-Drs. H. Paryadi, M.M (Abdi) yang diusung PKS, PPP, Hanura, PKPI, dan PKB.

    Lalu M. Yusrizal, S.T.-Kapt. Inf. (pur.) Yoyot Sukarno (Yudayono) dari Partai Demokrat; pasangan Zainal Abidin-Anshori Djausal diusung PDIP, Gerindra, PAN, PBR, PBB, PKPB; dan Kesuma Dewangsa-Supeno (Kedeso) diusung koalisi parpol nonparlemen.

    ’’Keputusan yang kami ambil ini merupakan hasil pleno. Dalam rapat pleno ditetapkan pasangan RR tak memenuhi kuota dukungan 15 persen sesuai yang diamanatkan undang-undang,’’ ujar Marthon.

Menurut Marthon, adanya dukungan ganda parpol nonparlemen memengaruhi dukungan untuk pasangan RR. Sebelumnya, ada dualisme dukungan parpol nonparlemen. Dukungan tiga parpol, yaitu Partai Barisan Nasional (Barnas), Partai Karya Perjuangan (PKP), serta Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (PPPI), ke pasangan Kesuma-Supeno dan Riza-Ruslan.

’’Setelah kita verifikasi berkas maupun faktual hingga DPP parpol, dokumentasi, serta konsultasikan ke berbagai pihak, maka dukungan Barnas, PKP, dan PPPI sah ke pasangan Kesuma-Supeno. Sehingga dukungan pasangan RR tak sampai 15 persen,” tandas Marthon.

Dia menambahkan, pihak KPU sudah melaksanakan tugas sesuai tahapan pilkada dan dilakukan secara objektif. ’’Selebihnya soal tarik-menarik dukungan bukan ranah KPU. Kami hanya menjalankan tahapan dan tugas secara objektif dan terbuka,” tuturnya.

Mengenai kemungkinan pasangan RR yang tidak puas menggugat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Marthon mempersilakan. ’’Itu hak setiap calon. Nanti kita lihat jika memang ada gugatan ke DKPP,” tukasnya.

Sebelumnya, Ruslan Effendi yang juga menjabat ketua DPD Partai Golkar Lampura menegaskan segera menggugat KPU Lampura ke DKPP. ’’Pada Senin (5/8) kami ke DKPP mengadukan dugaan kecurangan KPU ini,’’ ujar Ruslan Effendi via telepon selulernya, Sabtu (3/8).

Pasangan yang diusung Partai Golkar dan beberapa parpol nonparlemen ini menilai akan langsung menggugat ke DKPP tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu terhadap KPU Lampura tentang alasan pencoretan. ’’Tidak perlu lagi kami minta klarifikasi (KPU). Kami akan langsung gugat ke DKPP,’’ jelasnya.

Bahkan, menurut Ruslan, ada indikasi pasangan RR sengaja tak diikutsertakan dalam Pilkada Lampura. Hal itu, terlihat dari tidak diberitahunya pasangan RR atas kekurangan dukungan parpol pada berkas saat pendaftaran di KPU beberapa waktu lalu. (gus/rid/rnn/p7/c1/gus)

 


Baca Juga
Berita Lainnya

Advertise