Kamis, 17 April 2014
     
Home Lampung Raya Lamteng - Metro Wali Kota Cuma Utus Kadis Pasar

Wali Kota Cuma Utus Kadis Pasar

674
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
METRO – Pedagang tradisional Kota Metro akhirnya memutuskan kembali membuka lapak di Pasar Kopindo dan Pasar Cendrawasih kemarin. Pasalnya, Wali Kota Metro Lukman Hakim tetap tidak bersedia menemui mereka. Sementara dalam aksi itu, pedagang membacakan ayat suci Alquran di depan pintu gerbang Kantor Wali Kota Metro. ”Semoga dengan pembacaan ayat suci ini, Allah membuka pintu hati wali kota sehingga bersedia menemui kami,” harap Nafsyah, salah seorang pedagang tradisional.

Namun, Lukman hanya mengutus Kepala Dinas (Kadis) Pasar Purwanto untuk menemui para pedagang tradisional. Menurut Purwanto, wali kota tidak dapat bertemu langsung para pedagang karena sedang menghadiri rapat dengan gubernur Lampung.

”Aspirasi saudara-saudara telah saya catat dan akan saya sampaikan kepada wali kota,” kata Purwanto singkat.

Jawaban itu membuat para pedagang kecewa. Namun, mengingat izin untuk unjuk rasa telah habis, akhirnya para pedagang mengambil keputusan kembali berdagang.

Dalam aksi kemarin, sejumlah pedagang juga mengeluhkan adanya pungutan yang dilakukan oknum Dinas Pasar. Masing-masing Rp1.000 untuk retribusi kebersihan dan Rp1.000 untuk retribusi keamanan serta Rp500 untuk retribusi yang tidak jelas.

’’Kalau memang kami dianggap ilegal, semestinya tidak dikenakan retribusi,” ungkap Nafsyah.

Menanggapinya, Purwanto menyatakan bahwa pungutan terhadap pedagang itu di luar sepengetahuannya. ’’Untuk uang kebersihan memang tetap harus dikenakan. Tapi, uang keamanan dan lainnya, mulai hari ini (kemarin) akan saya perintahkan dihentikan,” tegas Purwanto.

Terkait demo ini, sebelumnya kalangan DPRD Kota Metro menyesalkan sikap Lukman yang tidak bersedia menemui pedagang yang sedang berunjuk rasa. Ketua DPRD Kota Metro Sudarsono menjelaskan, seharusnya Lukman menemui para pedagang yang ingin menyampaikan aspirasinya.

”Mereka adalah warga Kota Metro yang ingin bertemu dengan pemimpinnya guna menyampaikan aspirasi. Sebaiknya temui. Kalau memang program relokasi akan tetap dilaksanakan, ya jelaskan kepada para pedagang. Jangan biarkan rakyat menunggu sampai berhari-hari,” ungkap Sudarsono.

Menurut dia, aksi unjuk rasa itu tidak perlu terjadi bila Pemkot Metro menindaklanjuti saran DPRD agar tidak terburu-buru merelokasi pedagang tradisional sebelum melakukan kajian teknis. (wid/p4/c2/ais)
:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::