Kamis, 17 April 2014
     
Home Lampung Raya Lambar - Waykanan Obat Kedaluwarsa, Diskes Pilih Tunggu Laporan

Obat Kedaluwarsa, Diskes Pilih Tunggu Laporan

570
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

LIWA – Polemik obat kedaluwarsa masuk puskesmas ditanggapi dingin Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Barat. Diskes mengaku belum mendapat laporan secara resmi terkait persoalan tersebut. Kabid Pelayanan Kesehatan Diskes Suhendrawati mengklaim, pihaknya rutin menggelar pengawasan pada 21 puskesmas terkait penggunaan obat. Ia juga menyatakan, proses pendistribusian obat didasarkan oleh laporan penggunaan dan permintaan dari puskesmas.

Selain itu, juga memperhatikan masa kedaluwarsa obat yang akan didistribusikan. ’’Nggak ada obat expired yang kita distribusikan. Mungkin obat kedaluwarsa yang ditemukan adalah tidak terpakai. Tapi, kita tetap akan melakukan cross check di Puskesmas Suoh untuk memastikannya,’’ ujar Suhendrawati kemarin.

Ia menegaskan, obat-obatan dibeli berdasarkan permintaan dari puskesmas dengan masa kedaluwarsa empat tahun. ’’Kita menyimpan kemudian didistribusikan, puskesmas menyimpan dan mendistribusikan ke pustu (puskesmas pembantu, Red),’’ urainya.

Ia juga menyatakan, setiap tiga bulan sekali Diskes turun ke puskesmas mengecek dan mengawasi penggunaan obat. Setiap bulan, puskesmas memberi laporan penggunaan dan permintaan obat yang dibutuhkan dan kedaluwarsa.

’’Kalau ada obat yang memang kedaluwarsa, pihak puskesmas biasanya langsung memusnahkannya,’’ bebernya.

Seperti diberitakan, polemik bermula saat anggota DPRD Lambar Mirawati mengklaim temuan obat kedaluwarsa di Puskesmas Suoh. Obat kedaluwarsa yang diklaim ada di puskesmas tersebut sudah lewat dua bulan. Ia sangat menyayangkan kelalaian yang dilakukan Diskes setempat dalam hal pendistribusian obat ke puskesmas.

’’Kita tahu, masyarakat yang datang ke puskesmas ingin sembuh. Jika obat yang tersedia sudah kedaluwarsa, bagaimana mau sembuh. Jadi hati-hati. Sebab, obat yang diberikan puskesmas biasanya tidak lagi dalam kemasan. Karenanya tidak diketahui sudah kedaluwarsa atau belum,’’ jelas Mirawati.

Politisi Partai Amanat Nasional Lambar ini mengindikasikan obat kedaluwarsa yang menyebar terjadi juga di puskesmas lain di Lambar. ’’Karena takut digunakan, saya meminta pihak puskesmas langsung memusnahkan dua dus obat-obatan yang kedaluwarsa itu,’’ terangnya. (gyp/p3/c3/wdi)

 

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::