Rabu, 17 September 2014
     
Home Bandarlampung Waspadai Pasar Tumpah!

Waspadai Pasar Tumpah!

416
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
BANDARLAMPUNG – Memasuki H-2 Idul Fitri, arus mudik dari Pulau Jawa ke Sumatera semakin padat. Kendaraan yang melintasi wilayah Lampung kian banyak. Polda Lampung pun mengantisipasi pemudik untuk titik rawan macet serta adanya pasar tumpah.

    ’’Di setiap jalan lintas, ada titik yang rawan macet. Juga ada lokasi pasar tumpah yang bisa menyebabkan kemacetan,” terang Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih kemarin.

Seperti di jalan lintas barat, berdasarkan catatan Polda Lampung, terdapat tujuh titik pasar tumpah. Mulai Pasar Sekincau, SP Luas, Krui, yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Kemudian Pasar Wonosobo, Ganjaran, Pangkul, dan Srikuncoro yang ada di Kabupaten Tanggamus.

    Untuk jalan lintas timur, pasar tumpah ada di enam titik. Mulai Pasar Baru Putri Agung Menggala dan Pasar Unit II yang ada di Tulangbawang. Sementara itu ada empat titik di Lampung Tengah, yakni Pasar Bandarjaya, Gotongroyong, Bandaragung, dan Wates.

    ’’Kalau di jalan lintas tengah, terdapat sekitar 18 titik pasar tumpah. Lumayan banyak karena melintasi Bandarlampung. Mendekati Lebaran begini kan memang Bandarlampung sangat padat,” katanya.

Contohnya, lanjut dia, di Jalan A. Yani-Monginsidi, Jalan Kartini-Agus Salim, Jalan Sultan Agung-Jalan Kimaja. ’’Kalau pasar tumpah di Pasar Natar, Inpres Baradatu, Bukitkemuning, juga Dekon Kotabumi,” paparnya.

Karena itu, ia menyarankan bagi yang ingin melintasi daerah tersebut untuk melakukannya pada malam hari, saat aktivitas pasar belum dimulai. ’’Tetapi tetap waspada dan hati-hati juga. Kalau kemacetan di pasar tumpah paling parah ya saat mendekati Lebaran begini. Pilih waktu yang tepat untuk melintas,” kata Sulis.

    Anggota kepolisian dari masing-masing wilayah telah ditempatkan di setiap titik yang rawan kemacetan. ’’Mereka sudah bersiaga untuk mengatur lalu lintas. Antisipasi kemacetan pun telah dipersiapkan,” tandasnya.

    Sulis juga mengimbau pemudik yang mengendarai motor untuk dapat memanfaatkan pos pelayanan yang disediakan Polda Lampung dan jajarannya untuk beristirahat. ’’Lakukan perjalanan saat kondisi fit, jangan memaksakan. Kendaraan roda dua sangat rentan lakalantas,” pungkasnya.

Sementara Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, masih dipadati pemudik hingga kemarin. Meski jumlahnya sedikit menurun dari hari sebelumnya, ribuan kendaraan roda dua maupun empat juga masih terlihat ramai di pelabuhan yang berada di ujung Pulau Sumatera tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni, jumlah penumpang yang memadati Pelabuhan Bakauheni yang berasal dari Merak pada H-4 tepatnya pada Minggu (4/8) dari pukul 00.01-23.59 WIB sebanyak 123.067 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan satu hari sebelumnya sebesar 108.995 orang.

Dari 122.067 orang tersebut, 30.563 di antaranya adalah pemudik pejalan kaki. Sedangkan 91.504 orang mudik menggunakan kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni Heru Purwanto mengatakan, ia memperkirakan puncak mudik terjadi Minggu (4/8). Sebab dari H-7 sampai H-5 tidak terjadi penumpukan. Berbeda dengan H-4, jumlah penumpang lebih banyak dari sebelumnya.

’’Ya, H-4 puncaknya. Itu karena pemudik pada Sabtu (3/8) mulai libur, setelah itu berangkat dari Pulau Jawa dan sampai di Pelabuhan Bakauheni  Minggu (4/8),” jelasnya.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca dan gelombang laut yang terjadi di Selat Sunda Bagian Utara (Merak-Bakauheni) berjalan normal dan tidak terjadi cuaca buruk dari Senin (5/8) sekitar pukul 07.00 sampai Selasa (6/8) sekitar pukul 07.00.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung Neneng Kusrini mengatakan, kondisi Selat Sunda Bagian Utara yang merupakan jalur Merak-Bakauheni, arah dan kecepatan anginnya mencapai timur-tenggara 02–10 knot.

’’Angin di atas wilayah perairan Indonesia, di utara Khatulistiwa, umumnya bertiup dari timur sampai barat daya dan di selatan Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah timur sampai Selatan dengan kecepatan angin  berkisar antara 3 sampai 25 knot. Kalau kecepatan anginnya melebihi 25 knot, berarti berbahaya. Makanya mulai besok (hari ini, Red) anginnya masih di bawah 25 knot,” jelasnya.

Untuk tinggi gelombang, pihaknya memperkirakan mencapai 1,25-2,0 meter hingga dua hari ke depan. Hal tersebut, menurutnya, berjalan normal dan tidak ada gangguan pada gelombang laut. Sebab, tinggi gelombang akan buruk jika mencapai lebih dari 3 meter.

’’Kalau dua hari ke depan, paling tinggi gelombangnya mencapai 2 meter. Ini masih dalam kondisi normal. Kalau sudah 2 meter ke atas, cuaca akan mendekati buruk. Kondisi buruk itu kalau tinggi gelombang sudah mencapai minimal 3 meter,” jelasnya. (eka/yud/p3/c1/whk)